Mari berujar dalam tentang egoism, seberapa takaran diri menyanggupi egoism dengan harapan cemerlang bahwasanya egoism dapat ditumbangkan melalui kesadaran dan kepatuhan terhadap sesuatu yang akhirnya dianggap sebagai ego terbesar setelah sebelumya telah dikalahkan olehnya.
Dalam sejarah manusia, egoism dapat ‘dipatahkan’ melalui dua jalan besar yaitu kesadaran dan ‘intimidasi ketakutan’.
Semua manusia punya peluang dan kesempatan yang sama untuk menjadi egois, dimanapun kapanpun.
Dimanapun artinya disituasi apapun, senang, susah, sedang mendapat harta melimpah, sedang dalam posisi sulit dan sempit, dan lain-lain. Kapanpun artinya dalam semua fase kehidupan, muda, tua, dan lain-lain.
Dalam Islam, untuk meluruhkan egoism manusia, selalu saja ada ayat yang menanyakan balik egoism kita, seperti apakah manusia tidak memperhatikan….; maka nikmat mana lagi yang kamu ingkari….; manakah yang lebih baik jika…..; apakah manusia tidak mengetahui bahwa….dan lain-lain.
Sehingga inilah jalan terbaik untuk mendestruksi egoism, yaitu dengan membuka dialog, bertanya balik, evaluasi kembali, merenungi kembali, menjejaki ulang retas langkah. Sehingga manusia (dengan petunjuk Allah) mengembangkan fikirannya dan muncul kesadaran dirinya serta menewaskan egonya yang salah selama ini melalui istghfar dan taubatnya, bahwasanya ada yang lebih besar diluar dirinya, ada yang tak akan mungkin kalah diluar dirinya, ada yang selalu menilai keegoaannya dan mengatakan bahwa sebaiknya kita seperti ini-seperti itu diluar dirinya.
Sehingga dalam sejarah manusia, inilah jalan besar pertama untuk menumbangkan ego manusia yaitu melalui metoda kesadaran diri.
8 Maret 2008, 22:41
insya Allah , mari kita mulai menyadarinya
Komentar oleh realylife — Maret 18, 2008 @ 2:40 pm
insya Allah
Komentar oleh ggreatpakdokter — Maret 20, 2008 @ 1:40 am