Nuraini Suharsono’s Site

Maret 17, 2008

Rapuh : kapan aku bisa mencegah jariku menulis ini ?

Saat itu ego datang menggedor pintu hati,
sedangkan didalam ruangan, aku bersama seorang tua yang tenang,
dia bilang,
jangan biarkan air mengendap di sanubarimu
jangan biarkan air itu mengembangbiakkan penyakit
sehingga air itu tak lagi bersih
biarpun kau manusia penuh cela dan keluh kesah,
tetaplah begini, seraya tangannya mengepal keras-keras,
artinya kau janganlah menyerah dan putus asa,
pikirkanlah, nelayan ulung karena ombak dan badai.
jadi, biarkan air mengalir membasahi semuanya,
pelan-pelan tapi semua kan terasa sejuknya…

namun,
jika kau jatuh tanpa berusaha keras
maka kau adalah air yang tak mampu mengalir
kau akan dihinggapi penyakit,
penyakitnya penyakit hati
sudah banyak yang begitu,
mengapa kenapa tak kau saja berusaha tidak begitu,
mengapa kau tak mau jadi sedikit dari banyak orang lemah,
jangan keroposkan hatimu dengan masa kini,
masih ada dunia lain setelah kematian manusia
Dia kan melihat semua orang, termasuk kau

namun,
jika kau jatuh tanpa berusaha keras
maka kau akan diambil oleh makhluk diluar sana
dia akan menggedor pintumu lagi jika kau
tak mau mengalir
ingatlah, air mengalir itu
ibarat hebatmu yang terus mengalir mengikuti perkembangan zaman,
sambil terus belajar mencari arti
sehingga egomu tak sempat lahir
maka kau kan disebut hebat
sedangkan hebatmu bertambah tanpa rasa bangga sombong

sudah,
aku mau pulang dulu
namaku kedewasaan, sebut saja begitu
aku akan datang jika kau ingat bahwa kau juga bisa bodoh dengan merasa pintar
aku pasti akan membantumu saat kau pikir kau selalu sendiri
ingat,
tak ada yang sendiri di dunia ini
semua pasti ditemani
kalau aku tidak ada
Dia, yang Maha Bijaksana akan menghidupkan aku lagi
dan aku akan tetap bersamamu

sudah,
tak ada yang perlu disebalkan
semua manusia pasti begitu
yang penting sederhanakan cerewetmu
bersahajakan dirimu dulu baru orang lain…….

17 Maret 2008
ketika sedang rapuh

1 Komentar »

  1. Assalamu’alaykum wr.wb

    bagus…

    semangat

    wassalam

    Komentar oleh nurdiyanti — Maret 17, 2008 @ 7:50 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.