Saya ketemu dia pas surveylance AI (Avian Influenza) di Putusibau, Kabupaten Kapuas Hulu, kira-kira 20 jam hingga 2 hari perjalanan dari Kota Pontianak.
Rusa ini hidup sendiri, terpaksa terpisah dari komunitasnya yang entah berada
di belahan hutan mana. Diikat di sebatang pohon kecil sementara di sebelahnya berdiri kandang ayam berisi ribuan ekor broiler. Di Taman Pendopo Gubernur saya pernah menangani sekelompok rusa yang sulit sekali didekati dan diterapi, namun apakah mungkin kesendirian dan kesepian Rusa Putusibau ini membuatnya memberanikan diri untuk diam dan rela didekati serta dibelai ? Waktu pamit dan pulang, ia melenguh panjang (menangiskah ?) dan memandang
lama ke arah saya.
hai salam kenal…
waahhh sepertinya asyik sekali…. disana..
tapi sayang saya tak berani menyentuh hewan sebesar itu…
Komentar oleh michelle — Februari 18, 2008 @ 4:24 pm
sepertinya begini deh, tatap matanya dengan hati kita, mungkin dia akan mengerti kenapa kita ingin mendekati.
Komentar oleh ggreatpakdokter — Maret 18, 2008 @ 10:10 am