Nuraini Suharsono’s Site

Desember 28, 2007

Jurnal Kedewasaan 06 : Ego

Diarsipkan di bawah: Artikel, Celotehan, Curhat, My Diary, Perjalanan — ggreatpakdokter @ 1:07 am

22:46, 25-11-2007
Terkadang banyak hal yang harus dipertimbangkan secara matang, namun harus bisa berbeda dengan keragu-raguan.
Terkadang banyak hal yang harus disimpulkan berdasarkan sumber yang berbeda, karena berdasarkan satu sumber saja bisa menimbulkan subjektifitas.
Terkadang orang menyimpulkan suatu masalah demi menunjukkan eksistensi keegoannya sebagai seseorang memiliki kekuatan birokratis tertentu atau sebagai seseorang karena senioritasnya walaupun ia tidak memiliki kelebihan yaitu kedewasaan berfikir. Asal lebih senior maka biarpun kekanak-kanakan tindakannya, biarpun kebijakannya terlalu junior tetap saja meminta dengan “paksa” agar keegoannya tetap eksis.
Mungkinkah ini salah satu bentuk ketakutan akan ego-ego lain yang lebih besar atau ketakutan akan terpaan orang-orang yang secara tak sengaja akan menggusur keegoannya dengan kepolosan dan objektifitas dari orang-orang tipe junior yang masih fresh dalam berfikir dan memandang dan dari orang-orang tipe senior yang tidak stagnan dalam berfikir dan memandang perubahan.
Terkadang banyak yang mengklaim dirinya adalah orang yang paling tua dan berpengalaman dalam suatu bidang pekerjaan padahal pengakuan yang ia dapat dan rasakan hanyalah keterpaksaan orang-orang disekitarnya sebagai akumulasi rasa kasihan atas perbuatan yang sebetulnya tak pantas dan juga tak perlu diucapkan secara lisan mengenai klaim tersebut. Bukankah melalui waktu, jika mereka benar-benar tua dan berpengalaman, Allah akan mendatangkan sendiri lingkungan yang berputar sinergis dengan apa-apa yang telah dirintisnya. Sehingga klaim lisan sesungguhnya tak perlu bagi mereka yang bekerja dengan hati (ketulusan).
Yach, itu tadi, bisa jadi ketakutan akan pengabaian senioritas dan kedewasaan sehingga harus “berusaha keras” mencari ke-aku-annya. Padahal senioritas & kedewasaan itu akan langsung menjadi nisbi ketika dipaksa keluar tanpa bekerjasama dengan waktu.

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.